Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda,
إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ
“Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan!”
Para sahabat berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ! مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا; نَتَحَدَّثُ فِيهَا
“Wahai Rasulullah, kami tidak bisa menghindari tempat-tempat duduk itu; kami biasa berbincang-bincang di sana.”
Kemudian Beliau ﷺ bersabda,
فَأَمَّا إِذَا أَبَيْتُمْ، فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ
قَالُوا: وَمَا حَقُّهُ؟
“Apabila kalian enggan, maka berikanlah jalan tersebut haknya.”
Mereka bertanya, “Apa hak jalan?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ
“Yaitu menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang, menjawab salam, memerintahkan kepada kebaikan, dan mencegah dari kemungkaran.”
📚 Muttafaqun ‘alaihi [H.R. Al-Bukhari no. 6229 dan Muslim no. 2121

