Fatwa Syaikh Abdul ‘Aziz Ibnu
Bazz (w. 1429H) rahimahullahu ta’ala.
📬 Pertanyaan:
لو مات الشخص سواء كان نصرانيًا أو يهوديًّا وله أعمال خيرية هل تنفع؟
Bilamana orang kafir -apakah nasrani ataupun yahudi- mati dan memiliki berbagai amalan kebajikan, apakah itu bermanfaat baginya?
يقول النبي ﷺ: إن الكافر إذا عمل حسنة أطعم بها طُعمة في الدنيا حسناته يُجزى بها في الدنيا، فإذا أفضى للآخرة ما له شيء كما قال تعالى:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, bahwa orang-orang kafir bilamana melakukan kebaikan, maka ia akan mendapatkan karunia di dunia dari kebaikan yang dilakukan. Kebaikannya hanya dibalas di dunia. Adapun bila ia telah berpulang ke negeri akhirat; maka tidak ada lagi suatu apapun (dari kebaikan( yang didapatkannya. Sebagaimana Allah azza wa jalla katakan,
{وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا}
“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” QS. Al-Furqon (25 : 23)
أما المؤمن فيُجزى بعمله في الدنيا والآخرة؛ إذا عمل حسنة تدخر له في الآخرة مع ما يعطيه الله من الرزق الحسن، فالمؤمن يُجزى في الدنيا والآخرة.
Adapun orang yang beriman; maka ia akan diberi balasan terhadap amalannya di dunia dan akhirat. Bilamana ia berbuat kebaikan; maka balasannya akan tersimpan di akhirat bersamaan dengan apa yang diberikan oleh Allah ta’ala dari rezeki yang baik kepadanya. Seorang mukmin akan mendapatkan balasan di dunia dan akhirat.
والكافر أعماله الطيبة من صلة رحم أو صدقات أو ما أشبه ذلك يُجازى بها في الدنيا
Sedangkan orang-orang kafir, amalan-amalan kebaikannya, baik berupa silaturrahim, sedekah dan yang lainnya, akan dibalas hanya di dunia.
س: بعضهم يقول: يُرجى له في الخير؟
Pertanyaan:
Sebagian orang ada yang mengatakan, ‘Kita tetap berharap kebaikan (di akhirat) bagi mereka?
ج: في الدنيا، يجزى بها في الدنيا فقط، بنص النبي ﷺ وبنص القرآن. وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا [الفرقان:23] يعني الكفار، ويقول سبحانه ﴿وَلَوۡ أَشۡرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ﴾ [الأنعام ٨٨] وقال سبحانه: ﴿مَا كَانَ لِلۡمُشۡرِكِینَ أَن یَعۡمُرُوا۟ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ شَـٰهِدِینَ عَلَىٰۤ أَنفُسِهِم بِٱلۡكُفۡرِۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَـٰلُهُمۡ وَفِی ٱلنَّارِ هُمۡ خَـٰلِدُونَ﴾ [التوبة ١٧] يقول : ﴿وَمَن یَكۡفُرۡ بِٱلۡإِیمَـٰنِ فَقَدۡ حَبِطَ عَمَلُهُۥ وَهُوَ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِینَ﴾ [المائدة ٥]
Jawabannya:
Itu hanya di dunia, mereka diberi balasan atas kebaikan yang dilakukan hanya di dunia saja! Dengan dalil dari hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat al-Quran.
Allah azza wa jalla berfirman,
“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” QS. Al-Furqon (25 : 23). Maksud ayat ini ialah orang-orang kafir
Dan Allah juga berfirman,
“Seandainya mereka berbuat syirik kepada Allah, sungguh lenyaplah dari mereka semua amalan yang telah mereka kerjakan.” [QS. Al-An‘aam : 88]
Allah azza wa jalla berfirman,
“Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amal-amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka.” QS. At-Taubah (9 : 17)
Allah ta’ala berfirman,
“Barang siapa kafir setelah beriman maka sungguh, sia-sia amal mereka dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” QS. Al-Maidah (5 : 5)
وروى مسلم في الصحيح: إن الكافر إذا عمل حسنة في الدنيا أطعم بها طُعمة في الدنيا ولا يبقى له في الآخرة شيء؛ لأن كفره يُحبط عمله، نسأل الله السلامة
Dan al-Imam Muslim dalam Shahihnya (no. 2808 dari Anas bin Malik) meriwayatkan hadits, “Bahwa orang kafir apabila ia melakukan kebaikan di dunia; maka ia akan diberi balasan (karunia) di dunia atas kebaikan yang ia kerjakan, sehingga tidak ada yang tersisa balasan kebaikan apapun untuknya di akhirat kelak; karena kekafirannya akan melenyapkan seluruh amal kebaikannya.
Sumber: https://shorturl.at/70KXx

